Saturday, April 18, 2015

TAFSIR AYAT TENTANG TUJUAN DAN SUBJEK PENDIDIKAN

TAFSIR AYAT TENTANG TUJUAN DAN SUBJEK PENDIDIKAN

I.       Teks Ayat 1
Surat al-Baqarah ayat 129,201 dan surat An-Nahl ayat 43-44


$uZ­/u ô]yèö/$#ur öNÎgÏù Zwqßu öNåk÷]ÏiB (#qè=÷Gtƒ öNÍköŽn=tæ y7ÏG»tƒ#uä ÞOßgßJÏk=yèãƒur |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur öNÍkŽÏj.tãƒur 4 y7¨RÎ) |MRr& âƒÍyèø9$# ÞOŠÅ3ysø9$# ÇÊËÒÈ  
Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)tƒ !$oY­/u $oYÏ?#uä Îû $u÷R9$# ZpuZ|¡ym Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym $oYÏ%ur z>#xtã Í$¨Z9$# ÇËÉÊÈ  
!$tBur $uZù=yör& ÆÏB y7Î=ö6s% žwÎ) Zw%y`Í ûÓÇrqœR öNÍköŽs9Î) 4 (#þqè=t«ó¡sù Ÿ@÷dr& ̍ø.Ïe%!$# bÎ) óOçGYä. Ÿw tbqçHs>÷ès? ÇÍÌÈ   ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ ̍ç/9$#ur 3 !$uZø9tRr&ur y7øs9Î) tò2Ïe%!$# tûÎiüt7çFÏ9 Ĩ$¨Z=Ï9 $tB tAÌhçR öNÍköŽs9Î) öNßg¯=yès9ur šcr㍩3xÿtGtƒ ÇÍÍÈ  

II.    Makna Mufradat

$uZ­/u                 : Tuhan kami
]yèö/$#ur             : utuslah
OßgßJÏk=yèãƒur         : dan membacakan kepada mereka
NÍkŽÏj.tム            : menyucikan mereka
Oßg÷YÏB               : diantara mereka
puZ|¡ym             : kebaikan
>#xtã             : siksa
7Î=ö6s%               : sebelum kamu
ø.Ïe%!$#               : yang mempunyai pengetahuan 
M»uZÉit7ø9$$Î/         : keterangan
šcr㍩3xÿtGtƒ    : mereka memikirkan

III.             Terjemahan Ayat
“Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”. (129).
“Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”. (201)
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan  jika kamu tidak mengetahui”. (43)
“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”.(44)

IV.             Asbabun Nuzul
Sebab turun surat Al-Baqarah ayat 201 adalah kebiasaan bangsa Arab pada masa jahiliyah, sesudah selesai menjalankan haji, mereka berkumpul dan menyombongkan diri dengan menceritakan kehebatan nenek moyangnya. Misalnya, mengatakan nenek moyangnya memberi makanan dan menanggung beban-beban utang dan diyat jamaah haji. Karena itu Allah menurunkan ayat ini.

V.                Tafsir al-Ayat
$uZ­/u ô]yèö/$#ur öNÎgÏù Zwqßu öNåk÷]ÏiB

“Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka”

            Ibrahim dan Ismail memohon agar Allah mengutus seorang Rasul dari keturunan Ismail yang berserah diri kepada Allah, dan Allah mengabulkan permohonan ini. Dia telah mengutus seorang Rasul keturunan Ismail, yaitu khatmil anbiya (penutup nabi), Nabi Muhammad s.a.w. untuk seluruh umat manusia.
            Ada riwayat yang menyatakan, Ibrahimlah yang pertama kali memperkenalkan nama Muhammad. Setelah itu, nama Muhammad terus disebut-seebut dari zaman ke zaman, sehingga Isa datang menegaskan bahwa Nabi yang dimaksud itu segera datang.


(#qè=÷Gtƒ öNÍköŽn=tæ y7ÏG»tƒ#uä    
            yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau,”
            Yang menyeru manusia untuk mengimani ayat-ayat yang mengandung penjelasan tentang tanda-tanda keesaan dan kebesaran Engkau yang terdapat dalam alam yang luas ini, yang Engkau turunkan kepadanya. Juga mengimani ayat-ayat yang menunjukkan kemungkinan segenap makhluk manusia akan dibangkitkan sekali lagi pada hari akhir kelak untuk menerima pembalasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia. Kesemua ini menjadi penjelasan bagi semua orang yang diberi bimbingan dan petunjuk oleh Allah menuju kebajikan dan kebahagiaan.[1]
OßgßJÏk=yèãƒur |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur
“dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah)”.
            Rasul mengajarkan kepada manusia tentang al-Qur’an dan rahasia-rahasia serta maksud syariat dengan perilaku dan pekertinya, baik dengan ucapan maupun perbuatan untuk menjadi panutan dan teladan begi semua mukmin.
öNÍkŽÏj.tãƒur
            serta mensucikan mereka”.
Menyucikan jiwa-jiwa manusia dari perilaku syirik dari berbagai kemaksiatan serta mengadakan aturan-aturan bagi masyarakat. Selain itu juga untuk membiasakan mereka melaksanakan amalan kebajikan yang akan menumbuhkan kemampuan sekaligus mendatangkan keridhaan Ilahi.
y7¨RÎ) |MRr& âƒÍyèø9$# ÞOŠÅ3ysø9$#
“Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana”.
            Engkaulah Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Kuat, tidak terkalahkan, dan Engkaulah Tuhan yang Maha Bijaksana dalam segala perbuatan terhadap hamba-hamba-Mu. Engkau tidak mengerjaka sesuatu yang belawanan dengan hikmah dan kemaslahatan.
            Nabi Ibrahim menutup doanya dengan memuji Tuhan dan menyebut sifat-sifat-Nya yang bersesuaian dengan isi doanya. Ibrahim mensifati Tuhan dengan Mha Perkasa, yang kehendak-Nya tidak bias ditolak oleh siapapun, dan Maha Bijaksana, yang melaksanakan sesuatu dengan penuh kebijaksanaan, yang tidak seorang pun mampu membantah hukum-Nya.
            Mudah bagi Tuhan untuk memperkenankan doa Ibrahim itu. Maka, lahirlah di tengah-tengah masyarakat Arab yang bertabiat kasar itu suatu umat yang dikemudian hari menguasai dunia dan melahirkan orang-orang caliber dunia yaitu umat Islam.[2]
Oßg÷YÏBur `¨B ãAqà)tƒ !$oY­/u $oYÏ?#uä Îû $u÷R9$# ZpuZ|¡ym Îûur ÍotÅzFy$# ZpuZ|¡ym
“Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat”.
            Diantara umat Islam ada yang berkata : “Ya Tuhan, berilah kami hidup jaya bahagia di dunia dan hidup senang sentosa di akhirat kelak.” Menuntut hidup jaya di dunia adalah dengan berusaha yang memungkinkan memperoleh manfaat dengan cara-cara yang dituntut agama.
            Adapun mencari kesentosaan hidup diakhirat kelak dengan jalan iman yang khalis (penuh keikhlasan), amal shaleh, serta berbudi luhur.
$oYÏ%ur z>#xtã Í$¨Z9$#
“dan peliharalah Kami dari siksa neraka”.
Peliharalah kami dari segala nafsu yang merusak, dan dari segala dosa yang mendorong kami ke neraka.
            Ayat ini member pengertian bahwa terlalu berlebih-lebihan dalam ibadat adalah tercela dan keluar dari keluar dari fitrah manusia. Allah telah mencegah ahlul kitab berbuat seperti itu, dan mencela mereka yang berbuat demikian. Rasulullah pun melarang praktek hidup semacam itu.
Doa itu paling banyak diucapkan Nabi Muhammad. Sahabat Anas, apabila ingin berdoa, selalu membacakan doa ini. (H.R. Muslim).[3]
$tBur $uZù=yör& ÆÏB y7Î=ö6s% žwÎ) Zw%y`Í ûÓÇrqœR öNÍköŽs9Î) 4
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka;”

Maksud di ayat ini bukannya para Malaikat, tetapi seorang Nabi.[4]
(#þqè=t«ó¡sù Ÿ@÷dr& ̍ø.Ïe%!$# bÎ) óOçGYä. Ÿw tbqçHs>÷ès?
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan  jika kamu tidak mengetahui”.
Bertanyalah kepada para ahli kitab yang telah lalu, orang Yahudi ataupun Nasrani. Apakah rasul-rasul yang di utus kepada mereka itu ataukah malaikat. Jika malaikat, wajarlah kamu mengingkari Muhammad. Jika utusan itu manusia, janganlah kamu mengingkari Muhammad karena dia seorang manusia.
M»uZÉit7ø9$$Î/ ̍ç/9$#ur
“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab.”
            Kami tidak mengutus para Rasul, melainkan disertai oleh berbagai hujjah dan dalil yang menunjuk kepada kebenaran kenabian mereka. Disamping itu juga disertai oleh kitab  suci yang mengandung syariat yang harus mereka sampaikan kepada kaumnya.
3 !$uZø9tRr&ur y7øs9Î) tò2Ïe%!$# tûÎiüt7çFÏ9 Ĩ$¨Z=Ï9 $tB tAÌhçR öNÍköŽs9Î)
“dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka”.
Kami Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu, hai Muhammad, untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi manusia. Dengan Al-Qur’an itu supaya kamu menjelaskan kepada umatmu tentang masalah hukum, syariat, dan keadaan umat yang telah lalu yang dimusnahkan dengan berbagai macam azab. Selain itu, supaya kamu menjelaskan hukum-hukum yang musykil bagi mereka dan menjelaskan keterangan yang singkat. Itulah yang diturunkan kepada mereka.

öNßg¯=yès9ur   šcr㍩3xÿtGtƒ
“dan supaya mereka memikirkan”.
Mudah-mudahan mereka memikirkan apa yang telah diturunkan kepadanya dan mengambil petunjuk.[5]

VI.             Munasabah al-Ayat bil Ayat
Surat Al-Baqarah ayat 129 korelasi dengan surat Al –Hadid ayat 25 dan surat Al-Baqarah ayat 151 tentang tujuan dan subjek pendidikan.
ôs)s9 $uZù=yör& $oYn=ßâ ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ $uZø9tRr&ur ÞOßgyètB |=»tGÅ3ø9$# šc#uÏJø9$#ur tPqà)uÏ9 â¨$¨Y9$# ÅÝó¡É)ø9$$Î/ ( $uZø9tRr&ur yƒÏptø:$# ÏmŠÏù Ó¨ù't/ ÓƒÏx© ßìÏÿ»oYtBur Ĩ$¨Z=Ï9 zNn=÷èuÏ9ur ª!$# `tB ¼çnçŽÝÇZtƒ ¼ã&s#ßâur Í=øtóø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# ;Èqs% ÖƒÌtã ÇËÎÈ  
 “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa”. (Q.S. Al-Hadid :25).
!$yJx. $uZù=yör& öNà6Ïù Zwqßu öNà6ZÏiB (#qè=÷Gtƒ öNä3øn=tæ $oYÏG»tƒ#uä öNà6ŠÏj.tãƒur ãNà6ßJÏk=yèãƒur |=»tGÅ3ø9$# spyJò6Ïtø:$#ur Nä3ßJÏk=yèãƒur $¨B öNs9 (#qçRqä3s? tbqßJn=÷ès? ÇÊÎÊÈ  
“Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”. (Q.S. Al-Baqarah :151).
Surat An-Nahl ayat 43 korelasi dengan surat al-Anbiya ayat 25.
!$tBur $uZù=yör& `ÏB šÎ=ö6s% `ÏB @Aqߧ žwÎ) ûÓÇrqçR Ïmøs9Î) ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) HwÎ) O$tRr& Èbrßç7ôã$$sù ÇËÎÈ  
“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". (Q.S. Al-Anbiya:25)
VII.          Munasabah al-Ayat bil al-Hadist
Surat Al-Baqarah ayat 129 korelasi dengan hadist dari Ahmad ibn Hambal bahwa Nabi pernah bersabda:
Ahmad ibnu Hanbal memberitahukan, bahwwa Nabi pernah bersabda:

انا دعوة ابراهيم وبشرى عيسى
“Aku ini adalah Nabi yang dimohonkan Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan Isa ibn Maryam”.
            Surat Al-Baqarah ayat 129 korelasi dengan hadist Bukhari,
لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذ لهم            ولا من خالفهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك (رواه البخارى)
“Segolongan umatku akan senantiasa membela kebenaran mereka tidak dapat diganggu oleh orang-orang yang mengecewakan dan menentang mereka hingga datang keputusan Allah, sementara mereka tetap membela kebenaran. (H.R Bukhari).[6]

VIII.       Hikmah Tasyri’

Ø  Tujuan dari pendidikan yang di berikan Rasulullah adalah mengajarkan kepada manusia tentang al-Qur’an dan rahasia-rahasia serta maksud syariat dengan perilaku dan pekertinya, baik dengan ucapan maupun perbuatan untuk menjadi panutan dan teladan begi semua mukmin.
Ø  Selain itu juga dianjurkan untuk menyucikan jiwa-jiwa manusia dari perilaku syirik dari berbagai kemaksiatan serta mengadakan aturan-aturan bagi masyarakat. Selain itu juga untuk membiasakan mereka melaksanakan amalan kebajikan yang akan menumbuhkan kemampuan sekaligus mendatangkan keridhaan Ilahi.
Ø  Dan berdoalah kepada Allah supaya diberikan keibaikan di dunia dan di akhirat, doanya yaitu ; "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat”.
Ø  Rasulullah di utus kebumi dengan membawa kitabnya masing-masing yang berisi hukum di dalamnya untu mengajari umat manusia kejalan yang benar.
Ø  Dan ketika kita belajar, ada yang kita tidak mengerti, maka tanyalah kepada ahlinya yang lebih mengerti.

                                                             DAFTAR PUSTAKA

Imam Jalaluddin Al-Mahalli, Terjemahan Tafsir Jalalain,  jilid 2, Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2003.
Muhammad Nasib A-Rifa’i, Taisiru al-Aliyayl Qdir li Ikhtishari Tafsir Ibn Katsir, jilid 1, Jakarta: Gema Insani, 1989.
Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid An-Nuur, jilid 1, Semarang: Pustaka Rizki Putra,2000.
Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid An-Nuur, jilid 3,Semarang: Pustaka Rizki Putra,2000.



[1] Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid An-Nuur, jilid 1,(Semarang: Pustaka Rizki Putra,2000), hal 206-208.

[2] Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid……, hal 207-208.
[3] Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid…., hal 209-210.
[4] Imam Jalaluddin Al-Mahalli, Terjemahan Tafsir Jalalain,  jilid 2, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2003), hal 1084.
[5] Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Quranul Majid An-Nuur, jilid 3,(Semarang: Pustaka Rizki Putra,2000), hal 2234-2235.
[6] Muhammad Nasib A-Rifa’I, Taisiru al-Aliyayl Qdir li Ikhtishari Tafsir Ibn Katsir, jilid 1, (Jakarta: Gema Insani, 1989), hal 231-232.